FanFiction ^^

All posts in the FanFiction ^^ category

Pabo NamJa

Published December 26, 2011 by allkorean4ever

Main Cast :

Lee Joon

Jung EunJi

etc.

EunJi POV

“oppa..” panggilku kepada Gikwang yang sedang berduaan dengan si BoMi.

“wae?” tanyanya.

“update, lee Joon?” tanyaku.

“mulla.. aku ga terlalu deket sama si lee joon sekarang.” Jelasnya.

‘’ne.. kalo mau nanya sama orangnya sendiri..’’ blg BoMi.

‘’ yang di bilang BoMi itu bener,, Joonie hyung itu orangnya friendly, easy going, mau sama siapa aja mau kok..’’ jelas GiKwang oppa lagi.

‘’ ne.. EunJi-ah.. jangan deketin oppaku lagi ya..’’ kata BoMi dengan senyuman judesnya.

‘’ ne..’’ aku langsung pergi ke taman.

Tik.. tik.. tik..

Tiba-tiba hujan turun makin lama makin deras, dan tiba-tiba seseorang membawa payung dan mengantarku sampai ke tempat teduh.

“ Gomawoyo..” blgku kepada orang itu.

“ne.. Cheonma..” jawabnya

Ketika aku menoleh ke orang itu, baru kusadari bahwa itu Joonie oppa.

“ EunJi-ah.” Panggilnya.

Dia mengetahui namaku?? Aku harus memanggilnya apa ? jika aku memangginya oppa dibilang SKSD nanti..

‘’ wae, Lee Joon-ah ?..’’tanyaku.

“panggil, aku oppa aja..”

“ah, ne.. wae oppa ?’’

‘’ hari ini kita ada pr ?’’

Heh ? nanyain pr ? kirain apaan.. cpk deh

“ ah.. tidak ada..” jawabku.

‘’ ah, baiklah..’’ blgnya.

‘’ ne.. aku pergi dulu ya..’’

Aku mengambil jalan yang salah dan aku terpeleset.

‘’waaaaa..’’..

Buuk..

Untunglah aku jatuh di tangan Joonie oppa.

Wajahku dan wajahnya sangat dekat.. dan spontan pipiku memerah.

‘’ mian, oppa’’

‘’ ne.. gwanchana.. lain kali jangan ceroboh ya’’ blgnya sambil menampilkan eye-smilenya.

‘’ ah.. ne’’ aku juga membalas eye-smilenya.

Gikwang & BoMi benar.. dia orangnya seperti itu. Aku dulu orangnya seperti itu.. tapi sebenarnya aku pendiam, banyak masalah dan jarang tersenyum.. apa memang lee joon seperti itu?

Aku masih terbayang oleh kepribadian lee joon.

Aku melihatnya sedang mengerjakan sesuatu,, aku ingin menghampirinya.. tapi.. oke.. EunJi Fighting..

“ annyeong..” sapaku.

“ah, annyeong..” jawab joonie oppa.

“wae? Kok wajahmu kusut banget?” tanyaku bingung.

“ini.. soal matematika..” blgnya  dengan wajah pasrah.

“coba, kulihat.. mungkin aku bisa membantu.

Soalnya :

2(7J+18E) + 8(2E+1J) = ?

“astaga, oppa.. masa’ gini aja ga bisa.. adiknya Gikwang aja bisa.. bukannya kamu udah les sama si chanmi (adiknya Gikwang) ya ?’’ tanyaku lagi.

‘’ iya,,, tapi sekarang aku jarang les..’’ jelasnya.

‘’ dasar, pabo namja.. ini nah caranya.. kamu kalikan yang didepan sama yang ditanda kurung.. jadi?”

“2 X 7J??”

“ne..”
“14J, lalu yang 2 X 18E?”

“ne..”

‘’ 36E..  14J + 36E + 16E + 8J ?’’

‘’Ne.. itu kamu bisa..’’

‘’ kan, karena bantuanmu.. terus ini hasilnya kayak apa ?’’

‘’ cari yang sama..’’

‘’ 14J + 8J +36E + 16E = ?’’

‘’Ne.. kamu jumlahkan yang sama.. masing-masing..’’

‘’22J + 52E ? ‘’

‘’ Ne,, itu jawabannya..’’

‘’ ah.. gomawo.. EunJi.. saranghae..’’ dia memelukku.

‘’ mwo ?’’ aku kaget.

‘’ saranghae?” tanyaku.

“ ne, saranghae sebagai saeng / bestfriend..” jelasnya.

“ sejak kapan aku menjadi bestfriendmu?”

“ ya, udah kalo ga mau..”

“iya.. iya..”

Huuuft ternyata sebagai Saeng atau bestfriend.. ƪ(‾ε‾“)

EunJi POV end

 

Lee Joon POV

“ aissh,, pabo lee joon.. wae? Kenapa ga langsung tembak aja..” tanyaku dalam hati.

“Oke.. annyeong..” blg EunJi ke aku.

“ah.. ne.. Annyeong..”

(>_<)” ah.. nyesek.. galau pula,,

Aku langsung bersiap-siap untuk pulang. Semua anak kelas 3 pulang cepat,, tapi tugasnya.. bejibun.. mendingan pulang agak sore..

Aku langsung menuju mobilku dan menyalakan radio.

Lagu 4minute yang Highlight diputarkan.

Setelah dipikir-pikir aku akan menunggu sampai anak kelas 2 pulang.

Akuakan mengerjakan tugasnya disini..

Sudah setengah jalan..~~

Lagu di radio berubah menjadi 4minute heart to heart.

Aku lanjut mengerjakan tinggal beberapa bagian lagi.

Anak kelas 2 dan kelas 1 sudah keluar. Aku melihat EunJi tersenyum dan tertawa kecil, aku pun ikut tersenyum dan aku akan mengantarnya pulang.

Lagu yang diputarkan sekarang adalah Apink-My My

Aku akan berjuang untuk menembaknya.

“EunJi-ah” panggilku.

“ah.. wae oppa?” tanyanya.

“mm.. mau kuantar pulang..?”

“ah.. boleh..”

Lee Joon POV end

 

Lagu my my masih diputarkan.

 

EunJi POV

Aku menaiki mobil Joonie oppa.

Suasana hening sesaat..

‘’ eunji.. ‘’ panggilnya.

“ kamu udah makan?” tanyanya.

“udah oppa..” jawabku.

Aku sudah malas dengan alasan Joonie oppa ke aku.

“oppa.. sebenarnya apa yang ingin kau katakan kepadaku?”

“mmm..”

“wae, oppa?”

“saranghae.. itu yang mau kukatakan.. sangat susah untuk menjelaskannya kepadamu.. jadi aku selalu beralasan tentang itu.” Jelasnya.

Aku terdiam..

“pabo..” blgku.

“mwo?” tanyanya bingung.

“pabo namja.. kalo gitu.. kenapa ga dari dulu? Aku udah suka sama kamu udah lama.. oppa pabo..” aku menitikkan air mata.

“ya.. jangan menangis..” joonie oppa menghapus air mataku dengan tangannya.

“aku ga nangis..” belaku.

“ya, udah.. =,= yang penting sekarang aku udah bilang kan..”

“ ne..’’ blgku pelan.

‘’ jadi.. kamu mau jadi yeoja chinguku ?’’

‘’ ne.. pabo namja.. nado saranghae..’’

‘’ \(^o^)/’’

Cup..

Joonie oppa mencium keningku..

\(≧∇≦)/

Walupun dia pabo namja.. aku tetap mencintainya…

Advertisements

i don’t care who you are…. as long as you love me….

Published December 24, 2011 by allkorean4ever

I don’t care who you are, as long as you love me…

“hurry up sica! Nanti kau terlambat” umma membangunkanku

Aku setengah terlelap “okay.. i’ll wake” aku turun dari tempat tidurku dan bersiap untuk kesekolah

“ya!! Ppali” soohyun oppa terlihat kesal di ambang pintu

Aku segera bergegas “ne arrayeo”

Aku berpamitan kepada umma “umma aku pergi dulu, annyeong” aku segera naik ke motor soohyun oppa dan langsung berangkat ke sekolah

Tepatnya sekolah baruku…

“annyeonghaseo, cheonun jessica imida, manaseo pagawayo” aku membungguk, dan segera duduk di kursi

Seseorang mengulurkan tangannya padaku “annyeonghaseo, lee chanmi imida”

“nado, cheonun park ahra imida” mereka tersenyum

“jessica” aku membalasnya

Tiba tiba seseorang berteriak “KEVIN OPPA!!!” dan segera menyerbu seseorang yang baru saja masuk ke kelas

Aku heran “nugu?”

“kevin woo” jawab chanmi

Aku tambah binggung “kevin woo? Siapa dia?”

“kpop idol namja” jawab ahra

Aku menggaguk, “ohh, arasseo”

 

Di kantin

Aku membawa nampan berisi makan siangku karena chanmi dan ahra ada urusan mendadak jadi aku makan sendiri, tiba-tiba

“brukkk” makan siangku tumpah kebaju seorang namja

Ashh!! Pabo! Ucapku dalam hati

Aku membungkuk “mianhamika”

Ia membersihkan bajunya dengan sapu tangan “gwenchana, aku yang salah karena tidak melihatmu” ucapnya

Aku membungkuk lagi “mianhamika” ulangku

Ia menatapku “kau.. anak baru itu kan?” tanyanya

Aku menatapnya “ne, annyeonghaseo, jessica imida”

Ia tersenyum “annyeonghaseo, sunghyun imida”

Aku mengerutkan kening “sunghyun? Tapi semua orang memanggilmu kevin”

“ kevin itu nama english-ku, tapi nama koreaku sunghyun” jelas kevin

Aku mengganguk, “arrasseo”, kevin tersenyum

“kevin-ssi, jeongmal mianhae bajumu jadi kotor karena aku” aku membungkuk

“ahh,  tidak apa-apa, hmm, bagaimana sebaigai gantinya kau temani aku makan” ucap kevin

“tapi…”

Kevin menarik tangan jessica “kaja, aku yang teraktir”

Lalu kami makan bersama

Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang memperhatikan mereka dari tadi

“berani sekali dia, dia sudah membuat baju kevin oppa kotor! Lagipula siapa dia? Tidak pantas dengan kevin oppa! Lihat saja dia akan tau akibatnya” ucap orang itu

“kita beri dia pelajaran”

Jessica berjalan menuju kelas, tiba-tiba seseorang menghadangnya

“ya! Berhenti!” ucap seseorang

Ada apa ini? Ucap jessica dalam hati

“ya! Berani sekali kau! Dekat-dekat deengan oppa kami! Siapa kau! Berani sekali!” ucap eunji dan genknya kasar

Eottokhae?, jessica mencoba mencari celah untuk kabur

“kau mau kemana? Hadang beberapa orang namja

Seseorang tolong aku ucap sica dalam hati

“habisi dia!” ucap eunji, lalu segrombolan namja mengikat jesica dan mencekiknya

“ya! Apa yang kalian lakukan?!” seseorang berteriak kerarah kami

Jessica mecari darimana suara itu berasal

Kevin?  Kevin tolong aku  ucapku  dalam hati

Kevin menatap jessica “jessica-ssi! Kau tak apa?” kevin mencoba membebaskan jessica, tetapi seerang namja menghadang

“minggir!”

Bukkk, tinjuan kevin tepat mendarat dimuka namja itu, dan akhirnya segerombolan namja itu pergi begitu pula eunji dan genknya

“jessica-ssi gwenchanayeo?” tanya kevin membantu jessica berdiri

“aku tidak apa-apa” jawab jessica lirih

Kevin menatap jessica cemas “kebaiknya kita ke UKS, kaja” kevin jongkok didepan jessica

“kevin-ssi?” tanya jessica binggung

“cepat naik” lalu kevin menggendong jessica sampai ke UKS

 

Di UKS

“akh, kevin-ssi akh sakit” ujar jessica kepada kevin yang sedang menempelkan plester

“mian” jawab kevin

“nahh, selesai” ucap kevin tersenyum

Hening sesaat

“jessica-ssi, sebenarnya apa yang terjadi?” tanya kevin memulai pembicaraan

Jessica tidak menjawab

“apa yang terjadi?” ulang kevin lagi, namun tidak ada jawaban

“mianhaeyo” jessica akhirnya membuka mulut

“maaf untuk apa?” tanya kevin binggung

Jessica menghembuskan nafas “karena aku telah membuatmu repot”

“jessica-ssi,, sebenarnya apa yang terjadi?” tanya kevin

“mereka” ucap jessica lirih “ mereka melakukan seperti itu kepadaku itu karena…”

“karena apa?” tanya kevin penasaran

“karena aku terlalu dekat denganmu” lanjut jessica

Kevin menghembuskan nafas “memangnya kenapa kalau kau dekat denganku? Mereka tidak punya hak untuk melarangku”

“tapi masalahnya bukan itu kevin-ssi” lanjut jessica,

kevin binggung

“aku menyukaimu” ucap jessica lirih “itu sebabnya mereka melarangku untuk dekat denganmu”

Kevin terkejut “jessica-ssi”

“ kevin-ssi, aku bukan siapa-siapa, aku bukan artis sepertimu, aku tidak pantas denganmu itu sebabnya lebih baik kita tidak usah berteman lagi” jessica beranjak pergi

Kevin memengang tangan jessica “tunggu, kalau kenyataanya aku juga menyukaimu bagaimana?”

Jessica menoleh ke kevin “maksudmu?”

“saranghaeyo jessica-ssi” ucap kevin tulus

Jessica terdiam

“i dont care who you are, as long as you love me.. itu sudah lebih dari apapun” ucap kevin

Jessica tersenyum “jeongmal saranghaeyo kevin”

“nado” kevin tersenyum

“ayo kita mulai semuanya dari awal” ucap kevin

“ jessica  bisakah kau mencitaiku sebagai sunghyun bukan kevin?” lanjutnya

Jessica mengganguk “siapapun kau, aku tetap mencintaimu “

“saranghae” ucap kevin dan jessica besamaan

                                                The end

Happy Ending

Published December 24, 2011 by allkorean4ever

Main Cast :

Lee Gikwang

Yoon BoMi

Yoon DooJoon

Heo GaYoon

Etc.

 

<< FlashBack>>

Bomi POV

“DooJoon oppa.. Kita akan kemana hari ini..?” tanyaku, sambil melakukan aegyo..

“ terserah kamu aja.. chagi..” blg DooJoon oppa.

Akhirnya kita pun jalan-jaln ke lotte world,dongdaemun, dll. Sampai malam tapi.. malam itu diakhiri oleh sesuatu yang sangat menyedihkan,,

“bomi-ah..” panggil DooJoon oppa.

“wae, oppa?” tanyaku.

“ sebaiknya kita akhiri saja hubungan kita..”

“wae, oppa?” air mataku mulai berjatuhan.

‘’ karena.. aku punya yang lain..’’

Setelah mendengar itu aku langsung meninggalkannya.

BoMi POV end

 

DooJoon POV

“ mianhaee.. Bomi-ah.. aku melakukan itu karena aku mau pindah dan appa dan ummaku menjodohkanku dengan gadis lain.. Mianhae :’(” blgku dalam hati.

 

8 tahun kemudian..

Hari ini aku akan pulang ke seoul bersama yeoja chinguku Heo GaYoon (bukan yang dijodohin oleh orangtua DooJoon) .. aku segera menuju bandara dan bersiap-siap. Member B2st akan menjemputku. Aku tidak sabar untuk bertemu dengan mereka.

-sampai di Incheon Airport-

Aku menuju pintu keluar aku melihat member B2st dan …..

“BoMi?” aku terkaget.

BoMi juga terlihat kaget melihatku bersama GaYoon.

“ hei.. saengku.. hai BoMi.. ini yeoja chinguku Heo GaYoon” sapaku kepada mereka sekalian memperkenalkan yeoja chinguku.

“wiiiiii.. PJ-nya mana? Btw.. mana oleh-olehnya?” tanya member b2st dengan bersemangat.

BoMi hanya terdiam dan tersenyum kecil.

“Sabar.. Saeng.. Aku udah bawa permintaan kalian..”

Aku langsung mengeluarkan oleh-oleh yang kusiapkan untuk member b2st.

DooJoon POV end

 

GaYoon POV

Aku mendatangi yeoja yang bernama BooMi itu.

“ Annyeonghaseyo, Heo GaYoon-imnida.” Aku memperkenalkan diri kepadanya.

“ah, ne.. Yoon BoMi-imnida.” Kata yeoja itu sambil membungkuk 90o.

“kamu, mantannya DooJoon, kan?”

“ne.. tapi unnie ga usah khawatir.. aku ga bakal deketin dia kok..’’

“ aku ga worry kok sama kamu.. aku malah worry sama si DooJoon..” blgku sambil tersenyum.

“kenapa, bawa-bawa nama orang ganteng..” tiba-tiba DooJoon nyambung.

Kita berdua menghiraukannya.

GaYoon POV end

 

BoMi POV

“Mian GaYoon, unnie.. sebenarnya aku masih cinta sama DooJoon oppa.. tapi aku akan mencoba untuk melupakannya..” kataku dalam hati.

“kajja,, let’s go home.. I miss my dorm..” DooJoon oppa berkata itu sambil menggandeng tangan GaYoon unnie.

Aku hanya tersenyum miris.

“kajja..” tiba-tiba GiKwang oppa menggandeng tanganku dan memberika eye-smile-nya.. ^^

Deg.. Deg.. apa yang kurasakan?

“kajja,,” blgku pelan sambil membalas gandengannya dan tersenyum.

Kita pun pulang.. pertama GaYoon unnie diantar ke 4minute’s Dorm.. ketika sampai di dormnya 4minute, DooJoon oppa say goodbye dan mencium kening GaYoon unnie. Setelah itu mereka mengantarku ke dorm Apink…

BoMi POV end.

 

GiKwang POV

Semua member B2st sudah sampai di dorm.. mereka langsung memasuki kamar mereka masing-masing termasuk aku.. *ceritanya sekamar sama DooJoon.

“Hyung..” aku memulai pembicaraan.

“wae?” tanyanya sambil sibuk dengan handphonenya (sms-an sama GaYoon).

“ BoMi..”

“BoMi kenapa?”

“dia masih menyukaimu..”

“lalu?”

“yaaa.. kau ini,, dia masih menyukaimu, mencintaimu.. dan reaksimu.. Lalu ?’’

‘’ yang salah siapa ?’’ tanya DooJoon hyung.

“ Kalo kamu ga mau dia suka sama aku lagi.. berjuang,, deketin dia..pantang menyerah,, aku yakin dia akan menyukaimu.. aku rasa dia sudah mulai menyukaimu,,’’ lanjutnya.

‘’ ne.. mian,,’’

‘’ ga perlu minta maaf.. sanaa.. Don’t Disturb’’ katanya sambil mengambil handphonenya lagi.

‘’ ne..’’ jawabku.

-semua member b2st tidur.. zzzzzzzzzzz…-

*Morning,,

“yaaa.. yang mau sarapan bangun,, yang ga mau.. ga usah bangun’’ blg DooJoon hyung yang sangat rajin bangun pagi,,

‘’ dongsengku.. yang baik hati (Gikwang), tidak sombong (DongWoon), aegyo (Yoseob), rajin (HyunSeung), hormat kepada orang tua (JunHyung). Aku pergi dulu yaa.. jaga dorm baik-baik.. kalo jalan bawa 1 kunci serep masing-masing.. aku bawa kunci aslinya. Annyeong”

DooJoon hyung pun langsung pergi.

GiKwang POV end

 

DooJoon POV

“ Seoul.. DooJoon is back” teriakku.

“ yaa..” tiba-tiba JiHyun muncul.

Aku berhenti sebentar.

“ah.. JiHyun udah lama ga ketemu,, GaYoon mana?”

“pasti belakangannya nanya GaYoon (¬_¬”)”

“kenapa emg? Jealous?”

“ngapain jealous sama kamu..” ‘’ dia ada di Dorm..’’

‘’ makasih informasinya,,’’ aku melajukan motorku (anak panjaran #wkwkwk) dan langsung menuju dorm 4minute.

Sesampainya disana GaYoon sedang menunggu di depan pagar.

Dia langsung menaiki motorku.

Lalu dia menyalakan lagu Fly So High –United Cube- (b2st, 4minute, G.na)

\(^o^)/

“we gotta give our love~~” kita bernyanyi bersama.

Setelah sampai tujuan, kita melihat BoMi dan GiKwang sedang berduaan. Mereka berada di kafe hallyu. Mereka dekat sekali seperti sudah mempunyai hubungan.

Aku & GaYoon mendatangi mereka.

“ehm..” kataku.

“ ada yang baru jadian ya?” lanjut GaYoon.

“a.. a.. ani..” jawab mereka berdua.

“Jangan Bohong,,” blg kita berdua.

“Ne,, kita jadian..” Akhirnya GiKwang pun mengaku.

“kastoin, member b2st ah,, biar uangmu habis.. huahahahha..” aku langsung berlari dan mencari member b2st yang lain.

‘’ yaaaaaa…andwae..’’ GiKwang mengejarku.

GaYoon & BoMi hanya tertawa melihat ulah kita. Dan tidak ada perselisihan lagi dan semuanya diakhiri dengan HAPPY ENDING ^o^

Saengil Chukkae Oppa

Published December 22, 2011 by allkorean4ever

ChanMi POV

“oppa.. kau bisa cepat?” tanyaku kesal kepada gikwang oppa.

“ya.. sabar, Chanmi.. emang ada apa sih? Takut telat?” tanyanya.

“ani.. karena sesuatu..” jelasku.

“aku ingat.. hehehe” kata Gikwang oppa dengan devil laughnya. “sekarang tanggal 20 Januari kan..”

“ne..”

*20 januari adalah ultah Park Soo-Hyun oppa..  Idolaku di sekolah.. *hehehe.. aku suruh Gikwang oppa cepat karena, aku mau menaruh kado di lokernya, sebelum dia datang.

‘’dasar.. kamu tu.. Soo-Hyun mulu.. giliran oppa-nya aja.. dibiarin.. jahatnya kamu T_T’’ curcolnya.

‘’yaaa.. ga usah curcol segala.. just ppali..’’  blgku.

‘’ ne.. tuan putri..’’

-di sekolah-

Aku melihat Soo-Hyun oppa sudah datang, kesempatanku untuk memberi kado ini punah #eaa.. bahasanyaa#

‘’ aku berjalan menuju kelasku sambil membaca buku dan mendengarkan lagu’’

Bruuuk..

Buku milikku jatuh.. headphone-ku juga jatuh.

‘’ ah.. mian..’’ blgku kepada orang yang kutabrak tadi. (sambil sibuk mengambil bukunya.)

‘’ gwanchana..’’ blgnya.

Aku mengambil buku-ku yang jatuh.. ketika mengambil headphone-ku tidak sengaja tanganku dan tangannya tersentuh.

‘’ mian..’’ kataku sekali lagi (sambil melihatnya)

‘’ Soo.. Soo-Hyun oppa.. ?’’ tanyaku dengan terbata-bata.

“ ne.. Chanmi.. wae ?’’ tanyanya bingung.

‘’ gwanchana,,  mianhae oppa.. aku tadi ga liat-liat..’’ aku langsung mengambil headphon & buku-ku.. membungkuk dan langsung menuju kelasku.

Baru kusadari di kelas kalau kado itu terjatuh.

“ aisssh.. eotthokae?” pikirku dalam hati.

Chanmi POV end

 

Soo-Hyun POV

“Chanmi menjatuhkan ini..” bilangku dalam hati sambil memungut sebuah barang berbentuk love.

“aku harus mengembalikkannya.”

Ting Tong..

Setelah mendengar bel, aku memutuskan untuk menyimpannya terlebih dahulu lalu ketika istirahat kuberikan ke chanmi.

Aku langsung menuju kelasku.

Soo-Hyun POV end

 

Chanmi POV

Aku melanjutkan pelajaran dengan rasa khawatir,, bukan karena pelajarannya.. tapi karena Kado itu..

Ting Tong,..

Akhirnya bel istirahat berbunyi.

Aku langsung mencari Soo-Hyun oppa. Dan sesuatu yang sangat menyebalkan muncul.

‘’ perhatian kelas 1-A harap berkumpul di meeting room’’ mereka memberi pengumuman ini.

“ aku benci pengumuman” gumamku.

Pengumuman itu selesai, dan.. setelah pengumuman itu selesai bel pun berbunyi,,

Aku pun tak sempat bertemu Soo-Hyun oppa.

‘’ Hmmmmph..’’ hanya itu yang bisa kukatakan.

-Class-

“I Wanna Go Out From This Class… it’s so boring..” blgku dalam hati.

~laalaalaaalaa~

Ting Tong,,

Bel pun akhirnya berbunyii..

Aku langsung mencari Soo-Hyun oppa…

……………………………..

Aku tidak menemukannya..

Akhirnya aku pun menuju gerbang sekolah..

Ternyata Soo-Hyun oppa ada disitu.. Dia seperti menunggu seseorang,, lalu dia melihatku dan melambai-lambaikan tangan padaku.. aku pun menuju kesana.

‘’ oppa..’’

‘’ chanmi’’

Kita berbicara bersamaan..

‘’ ini punya kamu..’’ blg soo-hyun oppa ke aku sambil memberi kado itu.

‘’itu punya, oppa..’’ jawabku.

‘’ ha ? punyaku’’

‘’ ne.. itu kadoku untuk oppa.. Saengil Chukkae Oppa’’

‘’ ah.. kau ini.. kenapa tidak tadi pagi memberikannya.. Gomawoyo~~ ‘’

‘’Cheonma……’’

Cup..

Tiba- tiba dia mencium pipiku.

Spontan pipiku langsung memerah.

‘’kamu tau.. sebenarnya ada yang ingin ku katakan padamu..’’

‘’wae oppa?’’

‘’ SARANGHAE..’’

Aku kaget mendengar kata-kata itu dari Soo-Hyun oppa.

‘’Kamu mau jadi yeojachingu-ku?’’ tanyanya..

‘’ne, oppa.. NA DO SARANGHAE J and saengil chukkae ^^’’

‘’^^’’

“0330”

Published December 22, 2011 by allkorean4ever

0330

(Zero tree tree zero)

“Dongho-ya, kau tidak ada acara kan sabtu ini?” ucap yooeun

Aku menoleh “mwo?”

“hari sabtu ini kau ada acara?” tanya yooeun

Aku berfikir  “tidak ada, wae?”

Ia tersenyum “kita ketemuan yuk”

Aku terdiam “ketemuan?”

Ia mengganguk “ne, jam 2 di Namsan tower” yooeun tersenyum lebar “i’ll see you there” ia berbisik “saranghae

Aku tersenyum “nado”

 

Hari sabtu

Kevin sedang bersiap – siap, aku menatapnya heran

“hyung mau kemana?” tanyaku

Ia menatapku heran “kemana? Kau lupa? Hari ini kita kan ada fan meeting dengan KissMe” jawabnya

Fan meeting?  Kenapa aku tidak tau? Ucapku dalam hati

“hyung aku tidak tau tentang fan meeting itu, kenapa hyung tidak memberitahu aku?” aku balik bertanya

“kau tidak tahu? Aigoo, kau tidak dengar penjelasan manejer hyung kemarin yah? Ia menatapku heran

Penjelasan kemarin? Astaga, kemarin kan aku tertidur. Pabo!, Aku memukul kepalaku sendiri

“dongho-ya ppali! Nanti kita terlambat!”

Tapi kan aku ada janji dengan yooeun, eottokkhae?

“tapi hyung”

Kevin menarik tanganku “sudalah! Kita sudah tidak ada waktu! Ppali”

 

Di Namsan tower

Mana dongho? Apa aku terlalu cepat datang? Yooeun membatin dongho-ya cepatlah datang aku menunggumu

Di tempat fan meeting

“dongho, boleh aku minta tanda tangan mu?” tanya seorang KissMe menyodorkan allbum terbaru U-KISS

Dongho mengganguk “ne” aku mendatanginya, lalu melirik jam tanganku

Sudah jam 02.00? eottokkhae? Aku harus pergi, tapi bagaimana? Aku tidak bisa keluar hinggga acara fan meeting ini selesai, yooeun-ah tunggulah aku

 

Di namsan tower

Dongho belum datang juga? Yooeun melihat kesekeliling lama sekali, dongho cepat lah datang

Di tempat fan meeting

Dongho melirik jam tangannya lagi, sudah jam 03 20? Eottokhae? Yooeeun pasti sudah menungguku dari tadi aku harus pergi, tapi acaranya belum selesai, aku melirik jam tanganku lagi, cemas

Kevin menatapku heran “ada apa?”

Aku menoleh “ tidak apa” aku berbohong

Yooeun-ah Mianhaeyo

Di namsan tower

Astaga, dongho lama sekali, yooeun melihat sekelilingnya lagi, sudalah mungkin dia tidak bisa datang, lebih baik sekarang aku pulang

Yooeun menyebrangi jalan raya

03.30 pm

Brukkkkkkkkk

sebuah mobil menabrak Yooeun dari sisi kanan

Di tempat fan meeting

Brukk segelas minuman tumpah di baju dongho “mianhae” ucap orang itu

Dongho mengganguk, “gwenchana”

Kenapa perasaanku tidak enak? Apa terjadi sesuatu?

Tiba-tiba handphone dongho berdering,

 kakaknya yooeun? Ada apa ia menelaponku? Apa terjadi sesuatu pada yooeun?, yaa Tuhan aku mohon jangan

aku menggangkat teleponnya

 

“yobbosseo?” tanyaku

“dongho-ssi..” ia berbicara terputus putus “yoo..eun”

Ada apa ini? “ada apa nuna? Ada apa dengan yooeun?”

“yoo eun…” ia terputus “ia..”  ia bergetar mengatakannya “ia tewas..”

Apa?

“nuna, jangan bercaanda”

“aku tidak bercanda dongho-ssi, sekarang mayat yooeun ada di rumah sakit, ia tertabrak mobil saat menyebrang dari namsan tower”

 

Ini semua pasti bercanda

Handphone dongho terjatuh,

Ini pasti mimpi, tidak mungkin… yooeun.. tidak mungkin

Brukkkk

dongho terjatuh

“ya! Dongho-ya! Apa yang terjadi?” kevin panik

Dongho bergetar “yooeun…… hyung… dia… dia.. telah.. meninggal”

Kevin terkejut “mwo? Yooeun telah meninggal?”

 

“Yaa Tuhan jika  kau masih mendengar permintaanku, tolong kembalikanlah ke saat itu…. saat dimana yooeun belum meninggalkanku … Tuhan.. tolong.. dengar satu permintaanku ini… ia sangat berharga bagiku Tuhan….”

 

Apakah kau percaya keajaiban? Keajaiban akan datang kepadamu

Jika kau percaya……

 

“ada apa?” kevin bertanya

Eh?  Dongho melihat keseklilingnya

apa ini? Aku kembali ke waktu sebelumnya?

“dongho-ya waeyo?”ulang kevin

aku kembali? Yooeun! Yooeun ! aku harus menyelamatkanya

Dongho berlari “ya! Kau mau kemana? Dongho-ya!” ucap kevin

Dongho terus berlari, Tuhan tolong semoga ini belum terlambat… tolong… aku tidak ingin yooeun meninggalkanku…. kumohon…

03.30 pm

sebuah mobil datang dari sisi  kanan yooeun yang sedang menyebrang

tuhan aku mohon berilah aku kesempatan untuk bersamanya.. sekali lagi…

Dongho menarik yooeun ke sisi jalan, nafasnya terenggah engah

“hhh yooeun-ah hhh gwenchanayeo?” nafas dongho terenggah enggah

Yooeun kaget “ne aku baik baik saja, dongho-ya kenapa kau terlambat?”

Dongho tersenyum lalu memelukanya “syukurlah, terima kasih kau masih ada di sisi ku”

Yooeun binggung “dongho-ya, apa yang terjadi?”

Dongho hanya tersenyum , “tidak ada, kaja, ayo kita kencan” dongho menarik tangan yooeun

“ne” lalu mereka berjalan bersama

 

“yooeun-ah” ucap dongho

“hmm?”

“kau tahu? aku mencintaimu lebih dari apapun, kau sangat berharga bagiku arraseo?”

“jeongmal saranghaeyo”

Yooeun tersenyum “nado”

THE END

The Memory of Jess Love

Published December 22, 2011 by allkorean4ever

“sica.. cepat!! Sebentar lagi kau akan masuk sebuah universitas baru.” Terang umma padaku. “umma.. kenapa tidak panggil guru saja ke rumah? Aku sangat malas untuk pergi ke kampus seperti ini.” Aku Jessica. Sebelumnya aku bersekolah di America Modeling School. Aku pindah ke Korea bukan karena kemauanku melainkan appa ingin agar aku menetap disini. Appa memiliki sebuah perusahaan minyak, walaupun begitu tetap saja aku tidak akan pernah mau menjadi bagian dari bisnis itu. Karena aku lebih ingin menjadi model professional. “sica.. bisa kau cepat sedikit? Aku sangat kesal menunggu lama di depan pintu” kata doojoon oppa. “ya! Apa kau mengerti sebentar oppa?” aku sangat kesal karena doojoon oppa sudah mengendarai motornya berusaha meninggalkanku. “Yun Doo Joon.. tunggulah saengmu itu dia sedang sarapan.”

“kaja..” aku pun menaiki motor doojoon oppa. Sepanjang jalan aku melihat sekelilingku. Tak ada yang kutahu. “oppa.. saat kecil dulu aku tinggal di Seoul kan?” tanyaku. “ne.. memang ada apa?” Tanya doojoon oppa kembali “aniyo.. aku hanya sedikit mencoba untuk mengingat-ingat masa kecilku. Aku terlalu isanghan, untuk mengingat masa itupun aku perlu mencari sesuatu yang dapat mengingatkanku kembali ke masa itu” ucapku panjang lebar. Doojoon oppa tiba-tiba seperti kaget mendengar ucapanku. “jess.. ada sesuatu yang ingin oppa beritahu padamu.” Kata doojoon oppa. “mwo? Katakan saja.” “aku tak ingin kau mengingat masa kecilmu karena kau akan sakit jika mengingatnya. Saat berumur 13 tahun, kau mengalami kecelakaan yang cukup parah. Kau sempat lupa padaku,umma dan appa. Aku juga tidak mau kau mengingat masa kecilmu karena kata dokter park jika kau mengingatnya secara mendadak kau akan mengalami hal buruk. Aku bukan melarangmu, kau boleh mengingat itu namun pastikan kau mengingatnya secara perlahan.”

Aku terkaget mendengar ucapan doojoon oppa. Kenapa bisa? Apa yang terjadi sebenarnya? Aku ingin tau tapi jarak kampus sudah dekat dan aku tidak mau membuat doojoon oppa sedih jika aku bertanya seperti itu lagi. Aku masuk ke kelas seperti biasa. Teman sebangkuku adalah Kim Eun Jo. Nampaknya anak ini kutu buku. Bisa dilihat dari matanya. Dia sibuk membaca buku yang setelah kulihat adalah buku biologi. Sepertinya aku tidak bisa menyapanya karena menyapanya sama dengan aku mengganggu dia membaca jadi aku langsung duduk dan mengeluarkan bukuku. Dosen belum datang juga sampai oppa yang disampingku tadi selesai membaca pun dosen yang ditunggu-tunggu juga belum datang. Dia kaget melihatku. Aku yang melihatnya balik pun langsung meminta maaf karena aku memang belum menyapanya tadi “mianhe oppa.. aku tidak bermaksud membuatmu kaget karena aku belum bilang bahwa aku duduk di sampingmu.” “park ah-ra… kau..” oppa itu malah berkata bahwa aku ah-ra. Tunggu.. siapa ah-ra? “aniyo oppa.. aku Jessica Yun” dia kaget dan aku yang melihatnya pun merasa aneh dengan eun jo.

Setiap pelajaran dia selalu memanggilku ah-ra.. aku benci! Namaku Jessica! Kenapa dia memanggilku seperti itu sampai suatu hari “oppa!! Jangan pernah dekati aku lagi!! Aku bukan Park Ah-ra seperti yang ada di pikiranmu itu.. aku bukan ah-ra!! Aku benci padamu!!!” aku berlari meninggalkan eun jo sendirian. Aku merasa bersalah namun sampai kapan aku harus dipanggil seperti itu. Dan mulai hari itu aku menjauh dari eun jo.

*kriing..kriing..kriing..*

Hp ku berbunyi dan setelah kutau itu dari eunjo aku tak mengangkatnya. 5 missed call from Kim Eun Jo kubiarkan dan hanya kulihat dari jauh. Doojoon oppa yang melihatku membiarkan bunyi telepon ke-6 dari eun jo itu mengangkatnya “yobuseo.. ah ini dari kakaknya Jessica.. kenapa?” “akhirnya.. aku eun jo,teman satu universitasnya bisa aku berbicara dengan ah-ra.. mmaksutku Jessica?” “siapa?! Siapa katamu?! Kau kenal dia? Baik.. aku tunggu kau di café itu” doojoon oppa Nampak panic sekali dan langsung pergi berjalan kaki. Aku mengikutinya dari belakang. Dan akhirnya doojoon oppa sampai di sebuah café. Ada eun jo disana aku menyamar dan memastikan tak duduk jauh dari mereka.” Mereka pun memulai percakapan “jadi kau kenal adikku ah-ra? Sejak kapan kau mengenalnya?” “aku kenal dia saat berada di bangku smp. Kenapa dia tidak mau mengaku bahwa dia ah-ra yang dulu? Kenapa justru dia malah menyembunyikan identitasnya dengan nama Jessica?” “adikku mengalami kecelakaan. Dia melupakan segalanya. Kami memberinya nama baru seakan tak terjadi apa-apa padanya.”

Aku mengerti. Eun jo adalah temanku saat masih smp. Aku butuh lebih banyak info lagi aku rasa aku akan menanyakannya pada eun jo besok

>keesokan harinya<

“Kim Eun Jo.. Bisa kau kesini sebentar..” panggilku. Eun jo sepertinya tau bahwa aku akan menanyakan masalah Park Ah-ra. Sehingga dia hanya menjawab pertanyaanku dengan lelucon belaka. Aku pun memohon padanya “oppa.. aku ingin tau siapa aku sebenarnya..tolong bantu aku..” “kau.. baiklah.. kau itu park ah-ra dulu kau sangat manis dan baik seperti sekarang. Kau dulu mempunyai hubungan denganku. Kita dijuluki nerd couple karena kita memakai kacamata dan senang membaca buku. 6 tahun yang lalu kau pindah ke amerika karena suatu alasan. Namun ternyata kau mengalami kecelakaan yang menyebabkan ingatanmu hilang.” “oo..gomawo..” aku pun beranjak pergi meninggalkan eun jo. Aku mencoba mengingat itu semua.. tapi tidak bisa.. dan belum beberapa langkah aku meninggalkan eun jo BRUKK!! Penglihatanku gelap total.

*eun jo oppa.. saranghae.. ayo kita makan di taman aku membuat telur gulung kesukaanmu* *na do.. ayo.. wahh masakanmu imut sekali.. kau yang buat?* *tentu saja..ayo aaaaa…* *aaaa.. hmm enak..*

Aku mulai membuka mataku. Disampingku ada eun jo dan doojoon oppa. Ternyata aku dibawa ke rumah sakit oleh eun jo setelah pingsan. “saeng.. waa saranghae.. kau membuatku takut.. dasar michin.. gara-gara dirimu aku menangis.. :’(” “mian oppa…” jawabku pelan. “doojoon hyung, bisa kau tinggalkan aku berdua dengan Jessica?” “tentu.. aku akan keluar dan membeli kopi” kreekkk… oppa menutup pintu dan eun jo keliatan sangat pucat. “aku ingat.. tapi tidak semuanya.. hanya beberapa..” aku berkata pada eun jo.. eun jo memelukku dan menangis “aniyo.. maafkan aku.. ini semua salahku.. aku tidak mau kehilanganmu untuk yang kedua kali… sa..saranghae sica ah..” “aku terharu mendengar ucapannya.. “na do.. na do saranghae oppa..” “mulai sekarang aku akan menyukaimu sebagai Jessica Yun bukan sebagai Park Ah-ra..” kata eun jo padaku.. “gomawo..” jawabku singkat.

I Hate You Bell..

Published December 21, 2011 by allkorean4ever

“saeng.. bangun!! Ini sudah jam 7 nanti kamu telat nanti si Jonghyun marahin kamu lhoo!!” ucap Doojoon oppa kepadaku (Yoon Ah-ra).

“ne, oppa..”

Aku pun langsung mandi, bersiap-siap, makan dan langsung berangkat.

“ayo, oppa..” panggilku.

“oh, iya oppa baru ingat kamu hari ini dijemput Kim Sora.. oppa tidak bisa mengantarmu hari ini..” jelas doojoon oppa.

‘’mwo ? kim sora.. neo michinda ? knp harus dia..?”

“sudahlah.. tidak ada pilihan lain, kau harus dengannya..”

“baiklah.. ketika aku sudah pulang.. siapkan makammu.. –“

Tin Tin..

“eh, tu dia datang..”

‘’ne, aku tau.. baiklah.. chalka..’’

Aku langsung beranjak keluar dan menaiki motornya..

“pegangan..” ucap sora

Aku menghiraukan ucapannya, dia langsung mengebut. Dan dengan terpaksa aku harus pegangan dengannya.

-sampai di sekolah-

Aku tidak bilang apa-apa setelah diantar, ucapan terima kasih pun tidak keluar dari mulutku.

“annyeong.. hati-hati ya..”

Aku tetap menghiraukannya.

Aku langsung ke kelas dan mempersiapkan untuk pelajaran pertama. Orang yang tidak kuharapkan datang, yaitu kim sora.

“ah-ra.. bolehkah aku duduk disini..” tanyanya

“terserah..” aku tetap fokus terhadap bukuku yg kusiapkan.

“aku..”

Ting tong..

Ucapan sora tidak jadi dikeluarkan dari mulutnya karena bel sekolah berbunyi.

JongHyun Songsaenim memasuki kelas dengan seorang murid, yang tak pernah kulihat.

“annyeonghaseyo.. Yang ShinYoung-imnida.. bangapsumnida..” jelas yeoja itu.

“ne,,” anak-anak menjawab dengan serempak.

Yeoja itu yeoppeun, cute, dan sangat putih.

Dia menuju ke tempat YooGeun.. dan duduk di sebelahnya.

Mereka terlihat akrab.

-ketika istirahat-

‘’ ayo, makan’’ ajak Sora.

“ tidak, aku akan mencari DooJoon oppa, dan mempersiapkan makammnya.”

Ucapku.

“ ya udah.. annyeong..” Lalu si Sora makan di kantin.

Aku langsung mencari doojoon oppa, dan menceritakan tentang anak baru itu.

‘’ oppa..’’ setelah melihat aku dia langsung berexpresi takut karena yang kubilang tadi pagi.

‘’ yaaaa… ‘’ aku menarik baju DooJoon oppa.

‘’ ampuuuuuun..’’

‘’ ga.. aku ga bakal kubur kamu hidup-hidup, aku mau berbicara tentang murid baru yang ada di kelasku.

‘’ oh.. Yang ShinYoung ?’’

‘’ne.. kok oppa tau?”

“ dia saengnya Yoseob..”

‘’ oh…’’

‘’ kamu envy, atau takut si Sora diambil ?’’ *hehehehe

‘’ mwoya ? ani.. aku ga suka !!’’

‘’tapi, cinta.. weee’’ =P

DooJoon oppa langsung kabur dan aku tidak bisa menangkapnya.

“ tenang saja oppa.. aku akan membuatkan makam untukmu..” teriakku.

Setelah itu aku langsung menuju kelas dan duduk.

Sora pun datang.

“ hei, kamu lapar? Aku belum makan makananku.. mau ga ?’’

‘’ trs, kamu makan apa ?’’

‘’ nanti aja di rumah..”

‘’ ga usah..”

“kamu, keliatan pucat loh.. makan aja..”

“ya udah.. gomawo ya. aku itu udah marahin, cuekin, hirauin kamu, kamu tetep aja baik sama aku. Bingung aku..”

“ karena..”

Ting.. Tong..

Bel sekolah pun berbunyi lagi..

Sora pun tidak jadi mengeluarkan kata-kata.

Aku pun langsung mengambil buku pelajaran matematika, setelah menunggu 1 jam songsaenim yang akan mengajarkan kita tidak datang-datang.

Sora langsung melanjutkan yang akan dikatakan tadi.

“aku..”

“annyeong, kids..” tiba-tiba DooJoon oppa datang.

“wae?” tanya anak-anak serempak.

“DongWoon Songsaenim, tidak bisa mengajarkan kalian karena dia sakit.. jadi kalian tinggal menunggu bel lalu pulang,, ok” jelas DooJoon oppa.

“ne..” jawab anak-anak lagi.

DooJoon oppa pun keluar ruangan.

“apa yang ingin kau katakan?” tanyaku kepada Sora.

“hmmph.. aku..”

Ting.. Tong..

Bel Berbunyi lagi..

“yaaaaa.. bel ga bisa kah kamu diam 1 hari aja..” tiba-tiba Sora marah-marah kepada bel yang baru berbunyi itu.

“ Ah-ra.. kamu mau jadi yeoja chinguku? SARANGHAE.. ini yang igin kukatakan kepadamu.’’ Bilangnya dengan perjuangan.

“(~_~)( >͡ .̮ Ơ̴͡)*” aku tersenyum mendengar itu.

“jadi?”

“na do saranghae ^o^”

“jeongmal\(^o^)/?”

“ne ╭(^▽^)╯”

“akhirnya aku bisa katakan kata-kata itu kepadamu.. Aku sangat benci bel.. dia sangat mengganggu.. DooJoon Hyung juga’’ jelas Sora.

‘’ hihihihi.. kamu itu.. segitunya,,

‘’ beneran loh.. (^o^)♉”

“ne, I know..”

Setelah kejadian itu.. besok, besoknya, dan besoknya lagi, bel tetap mengganggu Sora.. akhirnya dia berteriak.

“I HATE YOU BELL”

Bel itu pun tidak mengganggunya lagi ^^